E-Commerce (Study Case pada TOKO ONLINE "SALE STOCK")


E-COMMERCE
(STUDY KASUS PADA TOKO ONLINE)
SALE STOCK INDONESIA













DISUSUN OLEH :

DANIS JONATHAN
1711011079
                                                                                            



UNIVERSITAS LAMPUNG
MANAJEMEN
2020



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Studi Kasus Sale Stock Indonesia.

Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang kemajuan Teknologi Informasi pada saat ini. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun
.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.










Bandar Lampung, 25 Maret 2020
                                                                                                                             Penulis




                                                                                                                      Danis Jonathan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Teknologi semakin berkembang dari waktu ke waktu, salah satu teknologi yang berkembang pesat adalah teknologi internet, dimana dahulunya internet hanya digunakan untuk keperluan bertukar informasi dan berkomunikasi oleh segelintir atau sekelompok orang. Berbeda dengan dulu, sekarang semua orang bisa menggunakan internet dan teknologi internet pada saat ini lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satu bidang yang sekarang sedang banyak diminati dan digeluti oleh masyarakat adalah e-bussines atau bisnis online, bisnis online banyak diminati karena modal yang kecil dengan keuntungan yang lumayan besar dan jangkauannya yang luas. Salah satu perusahaan yang melakukan bisnis online adalah Sale Stock.

Mendengar nama Sale Stock siapa yang belum tahu nama tersebut saat ini. Terlihat sekilas Sale Stock layaknya seperti toko-toko online yang lain, tetapi jika ditelusur lebih dalam Sale Stock merupakan sebuah ensiklopedia toko online yang ada di Indonesia. Sejarah Sale Stock dibangun berawal dari mimpi foundernya yang percaya dimana suatu saat akan berhasil menembus pasar Indonesia diimbangi dengan kerja keras mereka.

Sale Stock merupakan pasar atau mall online terbesar di Indonesia yang memungkinkan individu maupun pemilik usaha di Indonesia untuk membuka dan mengelola toko online mereka secara mudah dan gratis, sekaligus memberikan pengalaman berbelanja online yang lebih aman dan nyaman. Sale Stock sendiri menjelaskan di situs mereka bahwa keuntungan bagi pembeli dengan pembayaran mudah adalah proses verifikasi pembayaran yang instan, yang memungkinkan penjual lebih cepat menerima order dan barang yang dijual bisa lebih cepat sampai ke pembeli. Sedangkan untuk penjual, keuntungan yang ditawarkan adalah perluasan pasar pada para pengguna mudah  yang ingin membeli di berbagai merchant Sale Stock. Pilihan pembayaran baru selain yang sudah ada ini akan memberikan transaksi online yang lebih cepat dan mudah.


1.2  Rumusan Masalah

a.         Apakah pengertian dari E-COMMERCE?
b.        Apa saja jenis-jenis dari E-COMMERCE?
c.         Bagaimana kelebihan dan kekurangan E-COMMERCE?
d.        Bagaimana sejarah awal Sale Stock?
e.         Apa itu Sale Sock ?
f.         Apa yang dimaksud dengan reseller Sale Stock?
g.        Bagaimana cara Sale Stock mendapatkan pelanggan?
h.        Apa saja Keunggulan bisnis Sale Stock?
i.          Apa saja Kekurangan bisnis Sale Stock?
j.          Apa saja Produk yang dijual di Sale Stock?
k.        Apa saja permasalahan yang pernah tejadi di Sale Stock?

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
a.         Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan E-Commerce.
b.        Untuk mengetahui jenis-jenis dari E-Commerce.
c.         Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari E-Commerce.
d.        Untuk mengetahui sejarah awal Sale Stock.
e.         Untuk mengetahui Sale Stock .
f.         Untuk mengetahui reseller Sale Stock.
g.        Untuk mengetahui cara Sale Stock mendapatkan pelanggan.
h.        Untuk mengetahui keunggulan bisnis Sale Stock.
i.          Untuk mengetahui Kekurangan bisnis Sale Stock.
j.          Untuk mengetahui Produk yang dijual di Sale Stock.
k.        Untuk mengetahui permasalahan yang pernah terjadi di Sale Stock.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 E-Commerce

E-Commerce atau electronic commerce adalah pertukaran (jual-beli barang) yang dilakukan melalui media elektronik. Namun definisi ini masih dapat dipersempit dengan meninjau sudut pandang alternatif, salah satunya dari sudut pandang historis. Pada tahun 1970-an, teknologi yang memungkinkan antar-bisnis (perusahaan) saling bertukar dokumen melalui komputer telah ditemukan, yaitu melalui Electronic Data Interchange (EDI), namun masih dilingkupi kelemahan berupa komunikasi yang tebatas yang hanya bisa dilakukan oleh perusahaan yang menggunakan EDI berstandar sama. Stiawan (2002) menyebutkan bahwa standar EDI bervariasi, EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, ODETTE, dan CII sehingga menyulitkan interkomunikasi antara para pelaku bisnis.
Berikut beberapa contoh dari praktek e-commerce:
  • Menerima pembayaran kartu kredit untuk transaksi penjualan online
  • Menghasilkan pendapatan dari iklan online
  • Pertukaran saham melalui broker online
  • Penyaluran informasi kepada perusahaan melalui intranet
  • Penyaluran manufaktur dan distribusi dengan partner melalui ekstranet
  • Melakukan penjualan produk digital melalui website
Transaksi e-commerce terjadi pada banyak ruang lingkup mulai dari bisnis ke bisnis, bisnis ke konsumen, konsumen ke konsumen dan konsumen ke bisnis. Istilah e-commerce atau e-business sering digunakan secara bergantian juga dengan istilah e-tail dalam referensi untuk proses transaksional belanja online.

2.2 Jenis-jenis dari E-Commerce

Berikut beberapa jenis dari E-Commerce yang ada saat ini :
a.       Business-to-Business (B2B) E-Commerce
Jenis e-commerce yang satu ini merupakan yang paling besar karena meliputi transaksi yang dilakukan antar perusahaan atau jenis usaha. B2B adalah transaksi baik secara elektronik maupun fisik antara bisnis yang satu dengan bisnis lainnya. Konsumen dari penjualan barang dan jasa ini merupakan sebuah grup atau kelompok yang menjalankan bisnis dan bukan konsumen perorangan. Salah satu contoh mudahnya adalah jika bisnis Anda menjadi produsen bahan baku kulit sintetis untuk usaha pembuatan tas dan sepatu. Jenis B2B menyediakan volume kebutuhan barang dan jasa yang besar sehingga pelakunya membutuhkan banyak biaya untuk menjalankan bisnisnya. Dan tentu saja resikonya juga cukup besar.
Oleh karena itu, pelaku bisnis B2B biasanya menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) dan email dalam proses transaksi, pemberian informasi serta konsultasi yang berkaitan dengan barang atau jasa yang ditawarkan. EDI (Electronic Data Interchange) adalah proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya. Jurnal merupakan salah satu bentuk B2B, di mana target audience Jurnal adalah pengusaha atau pemilik bisnis yang membutuhkan jasa pembukuan dan akuntansi. Dengan Jurnal, pengusaha dapat lebih mudah mengelola keuangan bisnis kapan dan di mana saja, serta membuat laporan keuangan lebih mudah, aman, dan tepercaya.

b.      Business-to-Consumers (B2C) E-Commerce

Business-to-Consumers (B2C) adalah jenis bisnis e-commerce yang paling umum dan paling dikenal oleh masyarakat. Jika B2B memasarkan barang dan jasa kepada perusahaan lain maka B2C adalah proses transaksi yang dilakukan antara produsen barang atau jasa langsung kepada konsumen akhir. Business-to-Consumers layaknya toko ritel yang memiliki produk eceran untuk dijual dan gudang untuk stok barang. Yang membedakannya dengan toko ritel biasa adalah proses transaksi ini dilakukan secara online. B2C lebih mudah dan dinamis sehingga mampu berkembang dengan sangat cepat. Kemudahan membangun website membuat banyak sekali toko virtual yang tersebar di dunia maya.
Ini yang menyebabkan persaingan di dalam bisnis e-commerce jenis ini sangat ketat dan cenderung tidak merata. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan toko ritel biasa, B2C memberikan informasi yang lebih banyak, harga yang lebih murah, serta proses jual beli dan pengiriman yang cepat kepada konsumen. Contoh bisnis B2C yang cukup populer di Indonesia adalah Lazada, Amazon, Ebay, Traveloka, Berrybenka dan lain sebagainya.

c.       Consumer-to-Consumer (C2C) E-Commerce

Selain B2C, Consumer-to-Consumer juga termasuk jenis bisnis e-commerce yang populer. C2C adalah transaksi barang atau jasa yang dilakukan dari konsumen kepada konsumen. C2C terbagi atas dua model yakni marketplace dan classifed. Di dalam model marketplace, konsumen sebagai penyedia barang dan jasa membutuhkan sebuah platform sebagai wadah transaksi. Di dalam platform tersebut, konsumen yang bertindak sebagi penjual dapat mem-posting berbagai produk untuk dibeli oleh konsumen lainnya. Contoh platform C2C yang sudah terkenal di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan sebagainya.
Untuk model classified yang memberikan kebebasan terhadap penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara langsung. Website yang tersedia hanya berfungsi untuk mempertemukan antara penjual dan pembeli namun tidak memfasilitasi transaksi jual beli online. Metode transaksi yang kerap dilakukan ada melalui cash on delivery atau COD. Website untuk model classified yang terkenal di Indonesia yakni OLX dan Kaskus.


d.      Consumer-to-Business (C2B) E-Commerce

Seperti namanya, di dalam jenis Consumer-to-Business (C2B) transaksi jual beli produk atau jasa dilakukan dari konsumen kepada perusahaan. Ini adalah kebalikan penuh dari jenis B2C yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam jenis ini individu menawarkan produk atau jasa terhadap perusahaan yang membutuhkan dan siap untuk membelinya. Contoh mudahnya adalah para content writer yang menawarkan kemampuannya untuk menulis kepada perusahaan yang membutuhkan. Situs e-commerce pengadopsi jenis C2B yang populer adalah freelancer.com. ini adalah website yang menjadi wadah bagi para freelance dari berbagai bidang untuk menawarkan keahlian masing-masing. Pada website ini perusahaan akan menyebutkan kebutuhan mereka, memberikan kualifikasi yang diperlukan dan upah yang disediakan. Setelah itu para freelance yang memenuhi kualifikasi dapat melakukan promosi tentang kemampuan mereka dan melakukan penawaran upah. Selanjutnya perusahaan memilih siapapun yang menarik bagi mereka.

e.       Business-to-Administration (B2A) dan Consumer-to-Administration (C2A) E-Commerce

Business-to-Administration (B2A) atau yang bisa dikenal sebagai Business-to-Government (B2G) adalah jenis e-commerce yang menjual produk atau jasa kepada lembaga pemerintah. Nantinya pihak bisnis akan menawarkan berbagai jenis produk yang dibutuhkan untuk operasionalisasi dan proyek pemerintah. Dan transaksi jenis ini dilakukan dengan mengajukan tender. Selain itu ada pula jenis Consumer-to-Administration (C2A) atau Consumer-to-Governemnt (C2G) yang merupakan proses transasksi elektronik yang dilakukan oleh individu kepada lembaga pemerintah. Sebagai contoh adalah pembayaran pajak, iuran BPJS dan lain sebagainya dari individu kepada pemerintah. Kedua jenis bisnis e-commerce  ini mempunyai tujuan yang sama yakni untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan penggunaan layanan baik pemerintah maupun individu dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi.

f.       Online-to-Offline (O2O) E-Commerce

Ini adalah jenis bisnis baru di mana produsen menggunakan dua saluran baik itu online maupun offline. Pihak produsen akan melakukan promosi, menemukan konsumen, menarik konsumen serta meningkatkan kesadaran mereka terhadap produk dan layanan melalui jaringan online.  Yang kemudian diteruskan dengan melakukan pembelian di toko offline. Selain itu, jenis O2O juga berhubungan dengan aktivitas pemesanan secara onine dan melakukan pengambilan barang di toko offline. Jenis ini banyak digunakan pada sektor transportasi seperti Gojek dan Grab serta akomodasi seperti Airbnb, Airy, dan lain sebagainya.

 

2.3 Kelebihan dan Kekurangan dari E-Commerce

Keuntungan E-Commerce :

  •          Produk dan layanan bervariasi.
  •          Mempersingkat rantai distribusi.
  •          Pembayaran lebih mudah.
  •          Peningkatan kualitas layanan.
  •          Belanja kapan saja.
  •          Efisiensi biaya.


Kekurangan E-Commerce:


  •         Ketergantungan yang sangat kuat pada teknologi informasi dan komunikasi.
  •         Kurangnya undang-undang yang memadai untuk mengatur kegiatan e-commerce, baik  nasional maupun internasional.
  •         Budaya pasar yang menolak perdagangan elektronik (pelanggan tidak bisa menyentuh atau mencoba produk).
  •         Hilangnya privasi, cakupan wilayah, serta identitas dan perekonomian negara.
  •         Rawannya melakukan transaksi bisnis online.
  •         Warna dan kualitas produk yang dijual belum tentu sama antara foto yang ditampilkan di website dengan produk asli.

BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Sejarah Sale Stock

Sale Stock didirikan oleh pasangan suami istri Lingga Madu dan Ariza Novianti. Keduanya punya ide membuat Sale Stock dari pengalaman menjual barang-barang bekas yang mereka miliki. Nama Sale Stock sendiri dipilih karena barang-barangnya yang dijual dengan harga “Sale,” dengan stok yang selalu tersedia (on-stock). Selain Lingga dan Ariza, Sale Stock juga didirikan oleh Stanislaus Tandelilin (mantan pegawai Citibank), Ivan Samuel Heydemans (mantan Head of Marketing Lazada), dan Listiarso Wastuargo (mantan Software Engineer di Facebook). Meski belum genap berusia dua tahun, namun nama Sale Stock ternyata telah cukup dikenal oleh masyarakat tanah air. Hal ini dibuktikan oleh posisi aplikasi mobile Sale Stock yang menempati peringkat ke-9 di Google Play untuk kategori aplikasi belanja. Mereka mengungguli aplikasi milik e-commerce besar lainnya seperti AlfacartZalora, dan Berrybenka. Sale Stock sendiri merupakan startup yang cenderung “pemalu” dengan media. Beberapa kali Tech in Asia mencoba untuk menghubungi mereka dan mengajukan permintaan untuk wawancara, namun mereka menolak. Meski begitu, kami tetap mencoba untuk menghimpun sebanyak mungkin informasi tentang e-commerce yang cukup “misterius” .

3.2 Pengertian Sale Stock

Sale Stock merupakan salah satu perusahaan e-commerce fashion di Indonesia yang menawarkan lini produk yang modern dan berkualitas dengan harga terjangkau. Sale Stock adalah e-commerce yang bukan market place. Salah satu layanan unggulannya adalah barang yang dipesan dapat diterima pada hari berikutnya dengan sistem pembayaran Cash on Delivery (COD) dengan kata lain pembeli dapat melakukan pembayaran secara langsung pada saat barang diterima. Perusahaan e-commerce Indonesia Sale Stock berencana melakukan diversifikasi produk dengan menjual kosmetik yang diproduksi sendiri oleh perusahaan. Langkah ini dianggap akan memperkuat Sale Stock sebagai destinasi belanja online khusus perempuan di Indonesia.
Berdiri sejak tahun 2014, Sale Stock telah memperoleh pendanaan seri B yang dipimpin modal ventura Gobi Ventures dengan nilai Rp 360 miliar. Perusahaan yang sahamnya juga dimiliki oleh SMDV, modal ventura milik Sinarmas Group itu sampai saat ini telah mengirimkan lebih dari empat juta paket di 270 kota dan 3.600 kecamatan se-Indonesia. Sale Stock mengaplikasikan strategi biaya rendah (cost-leadership) dan memanfaatkan kemampuan media sosial. Sale Stock adalah salah satu startup teknologi di Indonesia yang memiliki pertumbuhan sangat cepat. Sale Stock mempercayakan aCommerce untuk layanan Delivery & Built-to-Suit Fulfillment Center.

3.3 Reseller Sale Stock

Reseller di Sale Stock atau di e-Commerce adalah pelanggan membeli atau memesan produk jika pesanan datang pelanggan dapat menjual kembali ke pelanggan lainnya, dengan menyesuaikan harga yang disepakati kedua pihak. Seorang reseller harus menyiapkan modal untuk membeli barang terlebih dahulu lalu menjual nya kembali. Prinsip reseller adalah membelu barang lalu menjual barang.

3.4 Cara Sale Stock Mendapatkan Pelanggan

Sale Stock Tingkatkan Pelanggan Baru Gunakan Teknologi Retargeting. Sale Stock menantang RTB House untuk meraih efisiensi yang lebih besar dalam mengakuisisi pelanggan baru di website mereka. Pelanggan baru didefinisikan sebagai pengunjung unik yang pernah berkunjung ke website namun belum pernah melakukan pembelanjaan sebelumnya. Selain menjadi sebuah tantangan, hal ini merupakan sebuah hal yang sangat umum terjadi di dunia bisnis berbasis daring di Indonesia. Dengan tingkat penetrasi internet yang meningkat setiap tahunnya, dipastikan akan terdapat lebih banyak pengguna internet yang cukup potensial untuk menjadi pelanggan. RTB House siap menjawab tantangan ini.
Solusi dari tantangan tersebut adalah RTB House, sebuah perusahaan yang sarat pengalaman di lebih dari 40 negara di seluruh dunia, mampu menjawab tantangan para pebisnis online dengan solusi dan teknologi yang dikembangkan secara menyeluruh dan disesuaikan dengan kondisi pasar. Untuk menghadapi tantangan dari Sale Stock, RTB House kemudian membagi pengunjung situs Sale Stock ke dalam 3 segmentasi pengunjung. Pertama, Customer, dengan definisi sebagai pelanggan yang pernah membeli sebelumnya. Kedua, Shoppers yang merupakan pengunjung yang sudah melihat-lihat dan memasukkan barang ke dalam keranjang belanjaan namun kemudian memutuskan untuk tidak melakukan pembelian. Ketiga, Visitor, pengunjung yang hanya melihat-lihat barang di dalam situs. Dengan teknologi retargeting yang dimiliki, RTB House mampu mengoptimalkan anggaran belanja iklan secara dinamis untuk mengakuisisi pelanggan baru
Hasil yang diperoleh Dari kampanye tersebut, RTB House mampu membukukan persentase peningkatan pelanggan baru hingga 50%, dibandingkan dengan kampanye retargeting lainnya yang menyentuh angka 26%. Selain itu, RTB House juga mampu meningkatkan konversi sekitar 22%. Uniknya, kampanye oleh RTB House juga menghasilkan konversi yang lebih efisien, hal tersebut dapat diukur dari nilai CPO (Cost Per Order) dan ROAS (Return On Advertising Spending) untuk tiap pelanggan baru tanpa mengurangi jumlah penjualan rata-rata.
Dengan demikian, ada beberapa poin yang bisa dijadikan acuan dalam keberhasilan RTB House untuk meningkatkan efisiensi biaya iklan untuk Sale Stock. Yang pertama, pencapaian CPO 19,9% lebih rendah untuk pelanggan baru, sementara inflasi CPO untuk pelanggan yang sudah ada hanya 0,8% selama 4 bulan kampanye aktif dibandingkan dengan retargeter lain. Kedua, pencapaian ROAS lebih tinggi 35,5% dan 4,6% ROAS yang lebih tinggi untuk pelanggan baru dalam 4 bulan kampanye aktif dibandingkan dengan retargeter lain. Ketiga, RTB House mengalahkan retargeter terdepan dalam 2 bulan pertama dengan ROAS untuk pelanggan baru yang selalu mengungguli kompetisi setiap bulannya.

3.5  Keunggulan Sale Stock

1.    Coba Dulu Baru Bayar.
Belanja fashion online yang paling mengkhawatirkan itu ukurannya pas atau ngga, dan Sale Stock mengerti customer yang masih takut belanja online karena ukurannya kekecilan / kebesaran. karena di Sale Stock sekarang bisa Coba Dulu, Baru Bayar! jika tidak cocok, Customer bisa mengembalikan langsung ke Pak Kurir, dan hanya bayar baju yang cocok saja. Layanan ini gratis, tanpa biaya tambahan.
2.    Gratis Ongkos Kirim Se-Indonesia!
Saat ini cukup belanja minimal 200 ribu, customer bisa dapat Gratis Ongkir ke SELURUH INDONESIA! Kenapa berbayar ? Karena kami sedang menyiapkan layanan yang lebih baik Sis. Salah satunya sekarang sista bisa COD-an di seluruh kecamatan di Indonesia & kami juga banyak kategori baru seperti aksesoris, make up, sampai kaos kaki sehingga pilihan produk menjadi lebih banyak.
3.    Real Pic
Takut belanja online karena punya pengalaman barang berbeda dari foto?kami no tipu-tipu! Semua barangnya dijamin 100% Foto Asli, Foto Sendiri. Pasti barang yang dibeli sesuai dengan foto.
4.    Cash on Delivery (COD), Bayar Di Rumah
Belanja di Sale Stock, bisa pilih metode pembayaran Bayar Di Rumah / Cash On Delivery (COD) yang berlaku di SELURUH INDONESIA. Tinggal duduk manis di rumah, dan bayar belanjaan customer waktu terima barang dari kurir.
5.    Garansi 30 Hari Pengembalian
Hasil belanja online memang bisa aja mengecewakan. Tapi, kepuasan customer terjamin di Sale Stock dengan GARANSI 30 HARI PENGEMBALIAN. Jadi kalau baju yang customer beli kekecilan/kebesaran, customer bisa kembalikan ke gudang sale stock. Uang customer beserta ongkos kirim pengembalian barang akan kami kembalikan!
6.    CS 24 Jam, 7 hari dalam Seminggu
Kami mengerti bahwa hasrat belanja para wanita bisa datang kapan saja, di mana saja. Untuk itu, Sale Stock menyedikan Tim Customer Service yang didedikasikan khusus untuk melayani customer 24 jam, 7 hari dalam Seminggu. Dijamin, Customer Service Sale Stock siap membantu dan menjawab semua pertanyaan customer kapanpun!

3.6 Kekurangan Sale Stock :
·         Persiapan gudang yang lama mungkin dikarenakan pesanan dilakukan pada momen- momen tertentu .
·         Keterlambatan pengiriman karena kurang profesionalnya ekspedisi pengiriman Sering double resi ( Tujuan bukan seperti yang kita maksud.. kita mau dikirim ke A malah kirim ke B).
·         Terkadang suka PHP produk yang sudah kita pesan dan dalam proses persiapan gudang tiba-tiba produknya tidak tersedia.

3.7 Produk – Produk yang di jual di Sale Stock :
Selain Pakaian, Sale Stock juga menyediakan berbagai jenis penjualan lain yaitu berbagai kebutuhan peralatan pokok maupun perlengkapan pokok, diantaranya sebagai berikut :
·         pakaian wanita / pria / bayi / anak – anak.
·         accesories wanita / pria.
·         kosmetik
·         sepatu / sandal
·         tas
·         hijab
·         dll


3.8 Masalah yang terjadi di Sale Stock

            (Demi Pertahankan Bisnis, Sale Stock PHK Ratusan Karyawan)

Sejak berdiri di tahun 2014, e-commerce fashion Sale Stock terus mengalami pertumbuhan yang menjanjikan, yaitu sekitar 25 persen per bulan. Sayangnya, pada bulan September 2016 lalu mereka terpaksa memberhentikan ratusan karyawan demi menjaga bisnis agar tetap berkelanjutan dan meraih keuntungan.
Berita ini pertama kali kami dengar dari seorang karyawan Sale Stock yang mengalami pemberhentian tersebut. Dia sempat menyebutkan kalau jumlah karyawan Sale Stock yang diberhentikan mencapai 220 orang, dan mayoritas merupakan karyawan di bagian customer service.
Lingga Madu, CEO Sale Stock, sendiri tidak mau menyebutkan angka pasti berapa jumlah karyawan yang ia berhentikan. Namun ia membenarkan kalau jumlah karyawan yang mengalami PHK lebih dari 100 orang. “Kami telah melakukan yang terbaik untuk memudahkan transisi dari mereka yang tidak lagi bersama kami,” tutur Lingga.
·         Tetap jalankan perekrutan developer
“Kami berharap ini adalah PHK pertama dan terakhir yang kami lakukan,” ujar Lingga.
Berikut ini adalah pernyataan lengkap dari Lingga Madu, CEO Sale Stock, kepada Tech in Asia:
Misi Sale Stock adalah untuk menyediakan produk fashion berkualitas butik dengan penawaran yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia. Kami memaksimalkan teknologi dan data untuk berkembang di industri fashion dan melayani lebih dari satu juta order sejak perusahaan ini didirikan dua tahun lalu.
Sementara kami berkembang dengan pesat, 25 persen per bulan selama delapan belas bulan terakhir, kami fokus untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan profitable. Sebagai bagian dari hal tersebut, kami harus mengambil keputusan yang sangat sulit untuk mengurangi biaya gaji sebesar 13%.
Kami telah melakukan yang terbaik untuk memudahkan transisi dari mereka yang tidak lagi bersama kami dengan mengadakan lokakarya karir, memberikan surat rekomendasi dan juga konseling. Kami berharap kami dapat mempertahankan budaya people-centric yang sejak awal menjadi basic operation kami, melalui transisi yang menantang ini dan terus fokus untuk pencapaian misi Sale Stock di Indonesia.
·         Tidak ada hubungan dengan aCommerce
Berita pemecatan terhadap karyawan Sale Stock ini sempat dikaitkan dengan aCommercestartup yang mengurus pergudangan mereka. Karyawan yang dipecat tersebut dikabarkan merupakan para karyawan aCommerce yang saat ini digaji oleh Sale Stock.
Lingga sendiri menampik isu tersebut. Menurutnya, semua karyawan yang ia berhentikan kali ini merupakan karyawan Sale Stock, dan bukan karyawan aCommerce Indonesia. “Berita yang simpang siur tersebut mungkin muncul karena memang gudang kami diurus bersama oleh karyawan kami dan karyawan aCommerce,” ujar Lingga.
Hadi Kuncoro, CEO aCommerce Indonesia, pun menyatakan kalau startup yang ia pimpin saat ini dalam kondisi baik-baik saja. “Kami tidak mempunyai masalah apa pun dengan Sale Stock, dan tidak ada kaitan dengan pemberhentian karyawan Sale Stock,” ujar Hadi kepada Tech in Asia.

BAB 4
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Sale Stock merupakan Sebuah startup mobile-commerce yang menerapkan prinsip-prinsip cost-leadership dan memanfaatkan kekuatan media sosial. Sale Stock menjual pakaian wanita berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan menghilangkan perantara, memotong biaya overhead, dan fokus dengan berjualan secara online, kami meminimalkan biaya dan menyimpan semua keuntungan ini untuk pelanggan kami.
Sekarang, Sale Stock merupakan salah satu tech start-up di Indonesia yang memiliki perkembangan paling pesat. Didirikan di akhir 2014, perusahaan ini sekarang menjadi sebuah rumah bagi keluarga yang berasal dari Indonesia, Jerman, Amerika Serikat dan banyak warga negara lainnya yang pernah memiliki pengalaman bekerja di perusahaan teknologi terkenal seperti: facebook, Yahoo, Apple dan Sony.
Penggunaan E-commerce lebih efisien waktu, sebab dengan adanya e-commerce pemesanan barang dapat melalui telephone atau situs internet dan dapat diantar. Pelanggan tidak perlu repot datang langsung ke toko untuk membeli barang. Tetapi menggunakan e-commerce tidak terlalu aman, sebab saat transaksi biasanya menggunakan kartu kredit atau no rekening, itu dapat memungkinkan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Sedangkan cara sale stock untuk mendapatkan pelanggan yaitu RTB House sangat fleksibel dalam hal pemilihan payment model berdasarkan goal dari pengiklan – bahkan Cost Per Sales (CPS) dan ROAS untuk merchant pun termasuk dalam jaminan. Setelah 8 bulan kampanye aktif, RTB House mampu menghasilkan jumlah pelanggan baru yang lebih tinggi dengan biaya per akuisisi lebih rendah.

4.2 Saran

Pembuatan makalah ini sangat jauh dari kata kesempurnaan, karena keterbatasan sumber yang kami peroleh. Sehingga isi dari makalah ini masih bersifat umum. Oleh karena itu, saya harapkan agar pembaca bisa mencari sumber yang lai guna membandingkan dengan pembahasan yang kami buat, guna mengoreksi bila terjadi kesalahan dalam pembuatan makalah ini.




DAFTAR PUSTAKA



Komentar